Halaman

Minggu, 29 April 2012

Risiko Cinta Lokasi

Gara-gara tergabung dalam sebuah kegiatan dan sering meluangkan waktu bareng dia, tiba-tiba kita dan dia sama-sama jadi punya perasaan buat satu sama lain. Padahal kita belum lama kenal. Awalnya, semua yang serba seru akan terasa mengasyikkan sih. Tapi, sebelum melangkah lebih jauh, cari tahu dulu apa saja risikonya terlibat cinta lokasi.

Cinta Sesaat
Biasanya cinta lokasi terjadi karena kita meluangkan waktu terus menerus bersama orang yang sama untuk periode waktu tertentu. Misalnya tergabung dalam sebuah kepanitiaan atau ketemu waktu liburan bareng. Euforia yang muncul karena bertemu orang baru yang sangat memperhatikan kita membuat perasaan itu timbul. Tapi, belum tentu lho, begitu kegiatan itu selesai, cinta itu bakal tetap bertahan. Soalnya euforianya sudah hilang dan kita semakin mengenal dia.

Pondasi Lemah
Karena kenal dan pedekate cuma dalam waktu yang relatif singkat, dasar hubungan kita dan si dia tergolong lemah. Kita nggak cukup mengenal dia. Makanya, bukannya nggak mungkin kalau hubungan kita bakal cepat berakhir karena dasarnya nggak kuat. Soalnya kita cuma kenal dia sebentar dan dalam situasi tertentu sih.

Unfinished Relationships
Karena cintanya juga terjadi tiba-tiba, kita nggak bisa menduga dan tanpa persiapan, termasuk soal status kita dan dia. Jadi, mungkin saja ketika terlibat cinta lokasi, kita atau dia masih terlibat hubungan sama orang lain. Ini bisa bikin semuanya jadi rumit dan bermasalah. Jadi, kita mesti pastikan dulu kita atau dia nggak sedang berstatus in a relationship.

Status Menggantung

Dipertemukan karena sebuah kegiatan, kita dan si dia belum tentu bakal tetap berada dalam lingkungan atau tempat yang sama setelah kegiatan tersebut selesai. Ditambah lagi kebingungan tentang apa yang terjadi dalam waktu yang singkat, bikin kita dan dia bakal pusing untuk menentukan status kita. Alhasil, seringnya cinta lokasi berujung dengan status yang nggak jelas dan menggantung. Marissa - Foto: Istimewa

Tidak ada komentar: